Konservasi Sibangkaja

KONSERVASI SIBANGKAJA

Burung Jalak Bali, yang merupakan satwa endemik Indonesia, pernah menghadapi risiko kepunahan yang serius. Pada tahun 1990-an, burung ini, juga dikenal dengan nama jalak putih atau curik, hampir punah karena perdagangan ilegal yang marak. Pada masa itu, harga satu ekor Jalak Bali bisa mencapai puluhan juta rupiah. Akibatnya, populasi Jalak Bali yang pada tahun 1912 berjumlah sekitar 900 ekor, kemudian menyusut drastis menjadi hanya tersisa 50 ekor. Kerusakan habitat Jalak Bali yang disebabkan oleh aktivitas manusia juga berperan dalam penurunan populasi burung ini.

Pada tahun 1990, jumlah populasi Jalak Bali di Taman Nasional Bali Barat diperkirakan hanya ada 13 ekor. Namun, hasil inventarisasi pada Oktober 2008 yang dilakukan oleh Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Bali Barat menyebutkan bahwa jumlah sebaran Jalak Bali hanya mencapai 30 ekor.Untuk menjaga dan melestarikan populasi burung yang langka ini, sebuah program konservasi Jalak Bali dibentuk di Desa Sibangkaja, Kabupaten Badung, Bali. Program ini dimulai dengan hanya 18 ekor Jalak Bali pada tahun 2015, dan saat ini, jumlah Jalak Bali di penangkaran telah mencapai 57 ekor.

Program ini mendapat dukungan dari Pertamina melalui Corporate Social Responsibility (CSR) di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai. Kontribusi program ini terhadap peningkatan populasi Jalak Bali di seluruh dunia mencapai 10%. Sejak dimulainya program konservasi ini, populasi Jalak Bali di penangkaran telah meningkat sebesar 150%. Inilah yang membuat Desa Sibangkaja mendapat julukan “Kampung Jalak Bali.” Konservasi ini telah menarik perhatian wisatawan dan pelajar, membuat desa ini menjadi ramai dikunjungi.Program konservasi Jalak Bali telah berlangsung sejak tahun 2015 dan melibatkan berbagai langkah, termasuk pembentukan kelompok, pelatihan, pembangunan fasilitas, peningkatan keterampilan, dan berbagai inovasi. Program ini dimulai dari komunitas pecinta burung di Desa Sibangkaja, yang kemudian membentuk kelompok dan dilatih untuk merawat Jalak Bali di kandang-kandang pribadi mereka. Bahkan, setiap rumah di Desa Sibangkaja menjaga setidaknya satu pasang Burung Jalak Bali sebagai bentuk kepedulian terhadap satwa endemik ini. Pertamina juga memberikan dukungan berupa pembangunan kandang volier untuk membantu Jalak Bali dalam berkembang biak serta menyediakan inkubator telur untuk meningkatkan kelahiran peranakan baru. Dalam hal pakan, Pertamina mendukung dengan menyediakan pelet yang terbuat dari cangkang kepiting, dedak jagung, sentrat, dedak padi, madu, dan beragam vitamin.Program kehati di Kawasan Konservasi Sibangkaja memiliki fokus utama pada konservasi Jalak Bali, yang telah diidentifikasi sebagai satwa langka yang hampir punah. Dalam upaya untuk meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan Sibangkaja, DPPU Ngurah Rai juga telah melakukan penambahan satwa lain, seperti Rusa Totol Axis dan beberapa jenis fauna lainnya. Langkah-langkah ini berperan penting dalam meningkatkan indeks keanekaragaman hayati (indeks H) di Kawasan Konservasi Sibangkaja. DPPU Ngurah Rai mempunyai komitmen terhadap pelestarian burung Jalak Bali sebagai Icon Bali. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut DPPU Ngurah Rai menjalankan program tersebut dengan melibatkan masyarakat desa Peguyangan dengan mengusung konsep pemberdayaan. Sebagai upaya dalam menjaga dan melestarikan keberadaan burung Jalak Bali juga adanya sinergisitas dalam hal wisata dimana Bali merupakan tujuan destinasi wisata. Program Konservasi Burung Jalak Bali di desa Peguyangan menjadi sebuah program pelestarian hayati yang tidak hanya  melestarikan saja akan tetapi masyarakat disana berhasil mengembangkan pakan pelet burung Jalak Bali dengan merk dagan Uma Palak Lestari dikemas. Sebagai motor penggerak dari Konservasi burung jalak bali ini, maka dibentuklah kelompok penangkaran Jalak Bali yang terdapat di desa Peguyangan (area konservasi). Kelompok tersebut adalah bernama Uma Palak Lestari.

Lokasi

Tabel Status & Indeks Kehati

KAWASAN KONSERVASI SIBANGKAJA

Indeks Kawasan Konservasi Sibangkaja

Grafik Indeks H' Kawasan Koservasi Sibangkaja

No Data Found

Jumlah Fauna Kawasan Koservasi Sibangkaja

No Data Found

Galeri

Kartika Bali Adalah Sebuah nama Tempat penangkaran  Burung Jalak Bali yang Berlokasi di Banjar Lateng Sibang Kaja Abiensema Badung Bali. di tempat ini kurang lebih 30 jalak Bali Dilestarikan yang bekerja sama dengan CSR Pertamina DPPU NGURAH RAI BALI.

Scroll to Top